William Eckhardt :Ahli Matematika Pencetak Trader Juara

William Eckhardt :Ahli Matematika Pencetak Trader Juara

“William Eckhardt mempunyai kelebihan di bidang matematika, yang dimanfaatkannya untuk menciptakan berbagai macam sistem trading. Pendiri Eckhardt Trading Company(ETC) ini mengelola lebih dari $1 miliar dana nasabah, dengan fokus utama pada trading komoditas dan pasar futures. Return yang dihasilkannya cukup impresif, mencapai rata-rata 17,3% per tahun selama lebih dari dua dasawarsa terakhir.”

William Eckhardt :Ahli Matematika Pencetak Trader Juara

William Eckhardt nyaris memperoleh gelar PhD bidang matematika dari University of Chicago pada tahun 1974. Sayangnya ia gagal karena mendapat masalah dengan pergantian dosen pembimbing desertasi. Walaupun tidak berhasil secara akademis, ia akhirnya mampu meraih kesuksesan di dunia trading. Karir Eckhardt dimulai saat ia dan sahabatnya, Richard Dennis, bekerja sebagai rekanan di C&D Commodities. Duet Eckhardt dan Dennis sukses menciptakan teknik trading yang legendaris sampai sekarang

Tidak hanya itu, mereka juga dikenal mampu melahirkan trader-trader handal. Pada tahun 1983 dan 1984, Dennis dan Eckhardt mencari orang orang yang tidak tahu apa apa soal dunia keuangan untuk untuk dididik menjadi trader kawakan. Pencarian itu sendiri berawal dari perbedaan pendapat antara keduanya, Eckhardt berkeyakinan kemahiran trading adalah suatu bakat sedangkan Dennis percaya bahwa skill itu bisa diajarkan. Sebanyak 1000 pelamar mengajukan diri meski pada akhirnya yang diterima hanya 23 orang.

Selama dua minggu, anak-anak muda yang disebut dengan ‘Turtle Trader’ itu dilatih untuk menghasilkan profit ratusan juta Dollar dengan target waktu 5 tahun. Kata ‘turtle’ sendiri diambil dari sistem turtle trading, atau transaksi berdasarkan metode trend-following (mengikuti tren).
Eckhardt dipaksa mengakui kekalahanya dari Dennis setelah hasil pelatihan menunjukkan bahwa siapapun bisa melakukan trading dengan baik asalkan dibekali ilmu yang memadai. Selama mendidik turtle-nya, Eckhardt selalu menekankan lima hal yaitu:

1. Bagaimana kondisi pasar?
Kondisi pasar secara sederhana diartikan sebagai ‘berapa harga yang sedang ada di pasar.”

2.Bagaimana volatilitas pasar?
Setiap turtle harus tahu seberapa besar pergerakan naik dan turun dalam satu hari.

3.Berapa ekuiti yang akan digunakan?
Para turtle diwajibkan memahami berapa modal yang mereka punya, karena setiap teknik harus disesuaikan dengan jumlah ekuiti.

4. Apa sistem yang akan digunakan atau apa orientasi trading?
Eckhardt menginstruksikan setiap turtle untuk mempunyai rencana trading sebelum masuk ke pasar. Turtle dibekali dua sistem untuk bertransaksi:

            Sistem 1: mengambil posisi long (beli) jika harga melewati (breakout) level tertinggi 20-hari, begitu juga sebaliknya mengambil posisi short (jual) jika harga breakout level terendah 20- hari. Namun sinyal breakout tersebut diabaikan jika breakout sebelumnya
telah menghasilkan profit, kemudian entry point (titik masuk) berikutnya ditentukan memakai sistem 2.
Stop loss untuk sistem ini adalah level terendah 10-hari untuk posisi long , dan level tertinggi 10-hari untuk posisi short .

           Sistem 2: mengambil posisi long jika harga melewati (breakout) level tertinggi 55-hari, begitu juga sebaliknya mengambil posisi short jika harga breakout level terendah 55-hari.
Stop loss untuk sistem ini adalah pada level terendah 20-hari untuk posisi long, dan level tertinggi 20-hari untuk posisi short

5.Bagaimana manajemen risikonya?

Konsep manajemen risiko bukan merupakan hal yang dapat dipelajari dalam waktu singkat bagi para turtle, namun secara umum risiko yang dipertaruhkan tidak lebih dari 2% dari total ekuiti.

Dalam pengambilan posisi, Eckhardt sebagai trend-following trader akan masuk jika pergerakan harga dirasa kuat.  Ia lebih suka melakukannya ketimbang menunggu retracement atau berbaliknya harga sesaat dalam sebuah tren panjang.
Menurutnya, secara psikologis, retracement memang menggoda  karena menghasilkan keuntungan dari pergerakan harga dalam tren. Namun jika retracement terjadi terlalu dalam, maka keadaan tersebut dapat menjadi indikasi pergerakan harga tidak akan sekuat sebelumnya serta menjadi sinyal perubahan tren. Ia menambahkan kalau mengambil posisi saat retracement lebih bersifat kepuasan psikologis daripada memberikan kelebihan dari sisi profit.
William Eckhardt berpesan untuk selalu mengembangkan sistem trading. Kreativitas sangat diperlukan dalam riset sistem trading, tetapi jangan pernah kreatif saat trading atau dengan kata lain tetap pada satu sistem yang dimiliki masing-masing. Meski terdengar bertentangan, kiat Eckhardt patut diperhatikan secara fleksibel. Jika suatu sistem tidak begitu berhasil, maka segera tinggalkan dan jika suatu sistem bekerja dengan baik, maka tetap gunakan dan kembangkan. Eckhardt setuju dengan pernyataan sahabatnya, Richard Dennis, yakni bahwa metode trend-following saat ini menjadi lebih sulit, dan sistem sistem cenderung tidak mampu bertahan lama. Ia menyebut di sanalah pentingnya untuk segera berkembang. Menurut Eckhardt hal yang paling susah untuk dipelajari adalah sikap, emosi, kontrol dan disiplin dalam menerapkan aturan-atuaran sistem.

Tertarik dengan sistem William Eckhardt ? anda bisa coba dulu dengan akun demo gratis tanpa resiko. Daftar di :

William Eckhardt

 

 

Categories: Top Traders

About Author

traderpartner

Praktisi Forex, Komoditas Dan Indeks Saham. Memajukan Trader Indonesia. Add Pin BBM 7E479446

Write a Comment

Only registered users can comment.