Faktor Fed, China dan Timur Tengah Pada Harga Minyak Dan Emas 2016

Faktor Fed, China dan Timur Tengah Pada Harga Minyak Dan Emas 2016

Faktor Fed, China dan Timur Tengah Pada Harga Minyak Dan Emas 2016

 

Di penghujung tahun 2016 lalu, harga emas dan minyak dunia berada di level paling rendah dalam 5-6 tahun terakhir. Emas menyentuh level terendah $1046.44 per troy osn dan minyak mentah meyentuh level rendah $34.51 per barel di 2015. Harga dua produk hasil bumi ini melemah sejak Federal Reserve Bank Amerika Serikat berencana menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam satu dasawarsa terakhir. Masih adakah peluang kenaikan di tahun 2016 ini ?

Selain terpengaruh oleh dinamika kebijakan moneter di Amerika Serikat, harga emas dan minyak juga sangat di pengaruhi oleh spekulasi yang berkembang di pasar. Kenaikan suku bunga akhir tahun lalu kemungkinan besar akan disusul oleh kenaikan suku bunga lainnyadi tahun ini. Untuk meredam reaksi berlebihan di pasar keuangan, Gubernur Fed, Janet Yellen dalam pidatonya bulan lalu mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap dan bisa jadi le bih lambat di bandingkan perkiraan terdahulu. Statement Yelen memberi harapan terjadinya penguatan harga logam mulia dan produk migas di 2016.

Namun dua kondisi pada awal tahun 2016 ini meyebabkan gejolak baru pada harga pasar komoditas, Kondisi ekonomi China yang nampak tidak kunjung membaik, memicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan pelemahan ekonomi global. Juga aksi penghentian perdagangan di bursa China setelah pelemahan harian signifikan sekitar 7-8% yang tercatat akhir tahun 2015 lalu, menambakan tingkat kekhawatiran tersebut.

Dan di Timur Tengah, ketegangan antara pemerintahan Iran dan Arab Saudi meningkat hanya beberapa hari menjelang tahun baru. Pertikaian antara dua negara tersebut di picu oleh eksekusi mati ulama Syiah oleh Arab Saudi yang mengundang kemarahan Iran yang mayoritas Syiah. kedutaan besar Arab Saudi di Iran pun di serang oleh sekolompok warga. Harga emas dan minyak mentah bergerak mengantisipasi kedua kondisi tersebut diatas.

Analisa Harga Emas

Emas dikenal oleh publik sebagai aset anti inflasi terbaik selain mata uang US Dollar. lazimnya aset emas yang di simpan oleh masyarakat berbentuk emas fisik. Namun di pasar keuangan, transaksi emas secara online sudah menjadi tren selama beberapa tahun terakhir karena mampu menghasilkan return yang menarik. Keuntungan tidak hanya bisa di dapat saat harga sedang naik, tetapi juga bisa di dapat saat harga sedang turun.

Faktor Fed, China dan Timur Tengah Pada Harga Minyak Dan Emas 2016

Harga rata rata produksi emas

Sebagai ilustrasi, harga emas sangat murah berkisar di $420 per troy ons pada tahun 2005, kemudian di bulan September 2011, emas mencapai penguatan hingga rekor tertinggi di $1920.70 meski gagal menjangkau area $2000-an karena ada indikasi berakhirnya program quantitative easing (QE) di AS. Sejak saat itu harga bergerak semakin rendah sampai sekarang.

Pada tahun 2016, penguatan harga emas masih akan dibatasi oleh wacana kenaikan suku bunga the FED, tetapi di sisi lain, pelemahan drastis kiemungkinan juga tidak akan terjadi jika mempertimbangkan biaya produksi perusahaan tambang emas dunia yang di kisaran rata-rata $800 – $1000 per troy ons, Level support akan berkisar di antara $850 dan $1000. Sedangkan resisten di antara $1109 dan $1167.05 per troy ons, Apabila area resisten tadi tertembus akibat pengaruh dari skenario penundaan kenaikan suku bunga AS, maka terbuka peluang kenaikan menuju kisaran $1235 dan $1360 per troy ons.

Sementara dengan meningkatnya masalah Geopolitik di Timur Tengah dan ketidakstabilan ekonomi China, mendorong posisi save haven emas pada awal perdagangan Januari 2016. Harga emas kembali menguat, harga mencatat penguatan hingga di kisaran $1100 per troy ons dan mungkin bisa berlanjut di tengah ketidak pastian kenaikan lanjutan suku bunga the FED.

Analisa Harga Minyak Mentah

Harga Minyak mentah sempat meroket ke $143.58 per barel di bulan Juni 2008, kurang dari 4 tahun kemudian volume permintaan meyusut bertepatan dengan krisi hutang dunia dab pecahnya gelembung perekonomian AS. Harga tertekan sampai $33.19 di Januari 2009 sebelum akhirnya naik lagi ke atas level $100 per barel sejalan dengan kebangkitan ekonomi China. Sayangnya kenaikan tidak bertahan lama. Sejak 2014, harga minyak mentah mendapatkan tekanan dan turun hingga ke kisaran $32.75 per barel pada 7 Januari 2016 akibat sentimen pelemahan ekonomi China. Sentimen ini memicu kekhawatiran berkurangnya permintaan, selain itu, masalah over supply juga menjadi faktor utama penekan harga minyak mentah. Ketegangan di Timur Tengah antara Arab Saudi dan Iran mendorong spekulasi persediaan akan semakin meningkat karena persaingan kedua negara ini.

Faktor Fed, China dan Timur Tengah Pada Harga Minyak Dan Emas 2016

Harga rata rata produksi minyak mentah

Dengan harga yang masih di kisaran biaya produksi, motor penggerak utama kenaikan harga minyak sekarang adalah permintaan pasar yang tinggi dan pengurangan suplai dari negara negara produsen. Tanpa dua faktor ini, cukup sulit untuk menaikkan harga minyak lebih tinggi. Harga masih berpeluan untuk tertekan turun dengan support harga untuk tahun 2016 di antara $29 dan $33. Sementara resisten di kisaran $50 – $60 per barel dengan catatan ada kenaikan jumlah permintaan dan pembatasan produksi oleh OPEC.

Sumber : FM Magazine www.monexnews.com

Categories: Artikel Trading

About Author

traderpartner

Praktisi Forex, Komoditas Dan Indeks Saham. Memajukan Trader Indonesia. Add Pin BBM 7E479446

Write a Comment

Only registered users can comment.